Ajip_Rosidi

Kliping Media (21)

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 14-11-2009 | Tanpa komentar »

Dari kategori kebudayaan, Ajip Rosidi dipilih karena berjasa dalam pengembangan kebudayaan. Tanpa kenal lelah Ajip memajukan sastra Sunda di tingkat internasional dengan memprakarsai Konferensi Internasional Budaya Sunda pada tahun 2001. Kemudian pada tahun 2002 Ajip mendirikan Pusat Studi Sunda.

”Saya risau pada nasib bahasa ibu yang lebih dari 700 bahasa karena tak pernah mendapat perhatian dari pemerintah dan diserahkan kepada masyarakat,” kata Ajip.

Keprihatinan sama juga diungkapkan Ajip tentang penggunaan bahasa Indonesia yang kacau dan menyedihkan karena sering bercampur dengan bahasa asing. Hal ini dinilai sebagai ungkapan rasa rendah diri dan tidak adanya kebanggaan berbahasa Indonesia. ”Apakah bahasa Indonesia masih dihargai sebagai bahasa nasional kita? Saya rasa yang harus segera diperbaiki adalah kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 22-12-2008 | Tanpa komentar »

Penghargaan tersebut diberikan kepada Ajip Rosidi melalui rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Ir Soejarwadi, pada acara puncak Dies Natalis UGM ke 59 di Gedung Graha Sabha Permana UGM Yogyakarta.

Pada acara pemberian penghargaan tersebut, Ajip Rosidi membacakan salah satu karya sastranya yang berjudul `Beberapa hal tentang bahasa ibu`. Pada karya itu, Ajip mengkritisi kurangnya pemakaian bahasa ibu di tengah masyarakat.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 05-04-2008 | Tanpa komentar »

Pada Jumat (4/4) malam, Sultan menghadiri sarasehan budaya di Hotel Grand Preanger Bandung. Sarasehan dihadiri tokoh dan pemerhati kebudayaan, tokoh masyarakat, insan pers, dan mahasiswa. Selain Sultan, hadir pula sebagai pembicara, budayawan Ajip Rosidi.

Dalam orasi budaya, Ajip menekankan perlunya bangsa ini mengesampingkan segala dendam masa lalu. “Bangsa ini gagal karena selalu menengok ke belakang. Sekarang saatnya kita menatap ke depan,” ujar Ajip.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 30-03-2008 | 7 Komentar »

Oleh Djasepudin

Disadari atau tidak, diakui atau tidak, rakyat dan pemerintahan di Jawa Barat mesti merasa berdosa jika tetap ngapilainkeun Yayasan Kebudayaan Rancage. Sebab, kewajiban kita untuk mempertahankan, mengembangkan, dan memajukan bahasa, sastra, dan budaya Sunda, salah satu di antaranya telah dan sedang ditunaikan oleh Yayasan Kebudayaan Rancage.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 01-02-2008 | Tanpa komentar »

KEGIGIHAN Ajip Rosidi menumbuhkembangkan budaya Sunda, termasuk bahasa dan sastra Sunda di dalamnya, tidak perlu diragukan lagi. Perannya tidak hanya di tingkat lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat internasional.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 29-01-2008 | Tanpa komentar »

BAYANGKAN seorang remaja tanggung berumur 17 tahun yang bercita-cita besar jadi pengarang, jatuh cinta serius dengan seorang gadis anak tetangganya. Bahkan ia pun berani-beraninya berniat menikahi gadis itu. Tentu saja ini tidak mudah. Teman-temannya, para pengarang yang rata-rata usianya lebih tua menertawakan dan mengolok-olok keseriusan cinta pengarang muda itu. Bahkan cerpenis dan novelis Trisnoyuwono ketika itu mengejek hubungannya dengan Fatimah, gadis anak tetangganya di Gang Desa Mulya Jakarta itu hanya sebuah cinta monyet!

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 29-01-2008 | Tanpa komentar »

Ajip Rosidi yang tampil sebagai pembicara tunggal jelas mampu menggunakan bahasa Sunda dengan baik. Siapa pula yang tidak tahu produktivitas salah seorang penggagas terbentuknya Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) itu. Menulis puisi, cerita pendek dan artikel dalam bahasa Indonesia dan Sunda sejak duduk di Sekolah Menengah Pertama.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 29-01-2008 | 3 Komentar »

Pementasan Bagus Rangin kali ini punya nilai penting. Sebab, menurut sutradara Asep Supriatna, puisi yang diciptakan Ajip pada akhir 1964-awal 1965 ini pernah pula didramatisasi awal 1990-an, dan memicu masalah. Setelah dipentaskan di aula (tentara) Pussenif, Jalan W.R. Supratman, Bandung–saat itu, Asep juga sutradaranya–otoritas militer di Jawa Barat (Pangdam Siliwangi, lewat bawahannya) melarang sajak itu dipentaskan. Alasannya, isinya dinilai potensial mengganggu hubungan dengan etnis Cina. “Dibilang, sekarang para pejabat TNI dengan Cina sedang begini,” kata Asep, sembari menautkan kedua jari telunjuknya, mengisahkan pembreidelan pentas yang pernah diterimanya.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 29-01-2008 | Tanpa komentar »

Pendidikan telah melenceng dari makna hakiki. Dari sesuatu yang menyenangkan menjadi beban yang memuakkan. Celakanya masyarakat sudah terkontaminasi sedemikian dalam –bahkan rela saja diperas habis-habisan oleh para pebisnis pendidikan– sehingga menuhankan sekolah sebagai satu-satunya syarat mutlak bagi kesuksesan, padahal banyak sekali contoh yang membuktikan bahwa gelar akademik tidak terlalu penting untuk mencapai kesuksesan. Kalau misalnya cuma diukur dari kekayaan, 10 orang terkaya di dunia itu drop-out perguruan tinggi, tidak terkecuali Bill Gates, bosnya Microsoft.

Kategori: Kliping Media | Dimuat pada: 29-01-2008 | Tanpa komentar »

Ribut-ribut jual beli gelar (ijazah) kesarjanaan aspal (asli tapi palsu) atau malah palas (palsu asli) yang mendudukkan Institut Manajemen Global Indonesia (IMGI) ke puncak popularitas akhir-akhir ini perlu dicermati sebagai ‘gejala alam’ yang lebih berbahaya daripada gempa atau gunung meletus.