Kliping Media (21)
Ketua Dewan Pembina Yayasan Kebudayaan Rancage, Ajip Rosidi, mengharapkan anak muda Indonesia merasa bangga dengan bahasa daerahnya masing-masing. Pasalnya, tutur Ajip, berbicara dengan bahasa daerah sudah menjadi kewajiban setiap orang karena itu adalah ketentuan dari Sang Maha Pencipta.
Sastrawan Indonesia Ajip Rosidi, mengatakan, pengajaran sastra di tanah air sampai sekarang masih memprihatinkan akibat pembuat kurikulum pelajaran sastra bukan orang-orang yang benar-benar menguasai bidang tersebut.
Dalam majalah Basis bulan Nopember 1958, hal. 50 - 53, sdr. Ajip Rosidi menarik perhatian kita kepada semacam bentuk sastera, yang kini masih agak asing dalam masyarakat Indonesia, yaitu bentuk autobiografi. Jarang sekali, demikian diutarakannya, seorang pemimpin Indonesia menulis tentang masa lampaunya, jarang sekali kita diperkenankan berhadapan muka dengan masa muda seorang sasterawan atau dengan riwayat hidupnya. Hal ini patut kita sesalkan, karena melalui tulisan-tulisan yang bersifat autobioigrafis kita lalu juga kenal dengan bangsa kita sendiri yang memperlihatkan pola rohani yang berbeda-beda. Alam pikiran, alam perasaan terutama dari kita manusia-manusia Indonesia masing-masing, adalah sangat berlainan.
Dalam acara peresmian Sidang MABBIM ke-42 dan MASTERA ke-8 yang dirangkaikan dengan peringatan Majelis Bahasa Brunei-Indonesia-Malaysia ke-30 tanggal 9 Maret 2003, bertempat di Empire Theatre Empire Hotel, Brunei Darussalam telah diadakan upacara pemberian penghargaan kepada sasterawan Indonesia, Ajip Rosidi. Penyair Ajip Rosidi memperoleh Piagam Penghargaan […]
Siapa bilang orang yang tidak memiliki gelar sarjana tidak bisa menjadi dosen, Ajip buktinya. Walau tanpa berbekal ijazah, Ajip diangkat menjadi dosen luar biasa pada Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, pada tahun 1967. tahun 1981 ia diangkat menjadi pengajar tamu pada Osaka Gaikokugo Daigaku Osaka, Jepang. […]
Tawaran dari Rachmat Taufik Hidayat, bos PT Kiblat Buku Utama -penerbit yang fokus usahanya pada penerbitan buku-buku kebudayaan dalam bahasa nasional dan juga Sunda- untuk mengunjungi Ajip Rosidi di Magelang tentu tidak disia-siakan. Kunjungan itu sekaligus untuk mengantar Aas Rukasa, seorang pelukis muda yang bermaksud meminta kesediaan […]
Budayawan Ajip Rosidi mengaku pesimis menghadapi nasib bangsa Indonesia di masa depan. “Saya pesimis. Bangsa kita ini sudah rusak di segala segi karena mentalnya memang korup,” kata Ajip Rosidi pada sebuah diskusi bertema kehidupan seniman tahun 1950-an, di Jakarta, Kamis.
Ia mengatakan, bangsa Indonesia memiliki sikap keserakahan yang […]
Sosok Ajip Rosidi di mata rekan-rekannya sesama pencinta sastra dan kebudayaan merupakan sosok yang lengkap. Selain dikenal sebagai sastrawan Sunda, Ajip juga dikenal sebagai sosok yang memperkaya sastra Indonesia dan memperkenalkan kebudayaan Sunda di dunia internasional.
Pandangan para sastrawan tentang Ajip Rosidi ini terangkum […]
Hadiah ini diberikan atas inisiatif dan “kebaikan hati” sastrawan Ajip Rosidi dan diselenggarakan tiap tahun sekali. Sastrawan Jawa di Jatim yang telah mencicipi Rancage ini antara lain Iesmaniasita, Tamsir, Esmiet, Suharmono Kasiyun, Suparta Brata, Widodo Basuki, dan untuk tahun ini adalah cerpenis Djayus Pete.
Sastrawan Indonesia Ajip Rosidi, mengatakan, pengajaran sastra di tanah air sampai sekarang masih memprihatinkan akibat pembuat kurikulum pelajaran sastra bukan orang-orang yang benar-benar menguasai bidang itu.