Ajip-Rosidi.Com dibuat untuk memuat berbagai informasi tentang sastrawan Ajip Rosidi yang kini sudah menginjak 70 tahun “hidup tanpa ijazah”. Niat untuk menampilkan sosok Kang Ajip—demikian kami memanggil beliau—di dunia maya sebenarnya sudah ada sejak beberapa tahun silam, ketika beliau pulang dari Jepang dan mengisi masa pensiunnya di Pabelan, Magelang, Jawa Tengah. Kami mengamati bahwa Kang Ajip tidak sekedar pindah rumah, tetapi sejuta informasi yang tentunya sangat penting untuk diketahui masyarakat luas.

Informasi yang kami maksud adalah dokumentasi pribadinya yang menurut koran Pontianak Post termasuk “tiga besar” di Indonesia. Bahkan, untuk menyimpan dokumentasi tersebut, Kang Ajip harus membuat bangunan yang luasnya lebih dari empat kali lipat rumahnya sendiri. Perpustakaan, itulah kekayaan paling berharga milik Ajip Rosidi.

Kang Ajip sendiri pernah bilang bahwa ada rekannya yang menyebutkan sudah sepantasnya seorang Ajip Rosidi memiliki website. Pada momentum “70 Tahun Ajip Rosidi”, kami kemudian berusaha merealisasikannya, setelah mendapat izin dari beliau.

Informasi dalam situs jejaring ini, insya Alloh akan diperbaharui secara berkala.

Tim Ajip-Rosidi.Com
Dadan Sutisna, dkk.

3 Komentar untuk entri Tentang Situs Ini

  1. Komentar dari:
    Ahmad Dahidi - 31-01-2008 pukul 21.34

    Menjumpai Tim Ajip-Rosidi.com

    Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat atas diluncurkannya Website kang Ajip ini. Secara pribadi saya mulai mengetahui nama Ajip Rosidi ketika belajar bahasa Indonesia di SD dulu, tahun 60-an. Namun baru bisa bertemu muka dengan beliau, yaitu ketika saya belajar bahasa Jepang di Osaka University of Foreign Studies-Japan tahun 90-an. Waktu itu, saya sering main ke kantornya karena ingin sekali membaca buku berbahasa Sunda, dan ingin bertanya seputar kiat-kiat menulis. Waktu itu, saya pernah konsultasi kepada beliau mengenai ini, salah satu saran yang masih terngiang di telinga saya yaitu” Untuk membuat paragraf pertama dalam tulisan gunakan ekspresi yang bisa menghentakkan pembaca. Paragraf yang bisa mengagetkan pembaca. Sebuah paragraf yang bisa membuat kepenasaranan pembaca. Paragraf pertama ibarat kita meletuskan sebuah pistol dalam keheningan”, kira-kira itulah petuah yang saya terima waktu itu. Mungkin saja Kang Ajip sudah lupa, tapi bagi saya wejangan itu merupakan energi yang sangat berarti dalam hidup saya, khususnya ketika akan memulai sebuah tulisan. Hatur nuhun Kang Ajip. Mugia sing aya dina kawilujengan salalamina.
    Wasalam
    (Ahmad Dahidi-Jurusan Bahasa Jepang Universitas Pendidikan Indonesia)

  2. Komentar dari:
    Tono Rustiano - 31-03-2008 pukul 14.46

    saya sedang mengumpulkan semua buku-buku Pak Ajip Rosidi. Saya jatuh cinta dengan karya Pak Ajip ketika menemukan buku di tukang loak Beberapa Masaah Umat Islam di Indonesia. Sampai hari ini saya masih tetap mencari karya Pak Ajip. Buku yang terakhir; Yang datang telanjang, Surat Menyurat Dari Jepang, namun ternyata hilang dari peredaran, dimana ya mencarinya?

    Tono Rustiano

  3. Komentar dari:
    ruri - 05-07-2008 pukul 14.53

    salam kenaal bang,.
    lngsung saaja..gmn klo mau mesen buku 100 tokoh Michael H. Hart???

Tulis Komentar.