Latar Belakang


Pada tahun 2001 berlangsung Konferensi Internasional Budaya Sunda I di Bandung. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Yayasan Kebudayaan Ranacagé atas kerjasama dengan Toyota Foundation sebagai salah satu pendukungnya. Para ahli dari luar negeri bersama rekan-rekan mereka dari dalam negeri terlibat dalam konferensi tersebut, dan mendiskusikan berbagai aspek dari kebudayaan Sunda. Sejumlah rekomendasi dihasilkan oleh konferensi tersebut untuk meningkatkan kemampuan masyarakat Sunda dalam menghadapi berbagai tantangan global..  

Para penggagas konferensi tersebut, antara lain Prof. Ajip Rosidi, Prof. Edi S. Ekadjati, Prof. A. Chaedar Alwasilah, dan Nano S., S.Kar. bersepakat bahwa sangatlah penting mendirikan sebuah lembaga independen untuk menindaklanjuti konferensi tersebut. Mereka kemudian mendirikan Pusat Studi Sunda (PSS) pada tahun 2002, atau setahun sejak konferensi tersebut. Sejalan dengan ketentuan yang berlaku, PSS didirikan sebagai sebuah badan hukum berbentuk yayasan, yakni Yayasan Pusat Studi Sunda, yang akta pendiriannya disahkan oleh notaris pada tahun 2004.

Misi


Yayasan Pusat Studi Sunda adalah wahana untuk mengembangkan dan melancarkan kegiatan penelitian dan pertukaran pikiran ilmiah mengenai berbagai segi dari kebudayaan dan masyarakat Sunda.Program yang Sedang Berjalan


  1. Menerbitkan jurnal Sundalana journal, yakni seri monografis mengenai kebudayaan Sunda, dua kali setahun;
  2. Mengadakan program penelitian untuk membaca, menelaah dan membuat transkripsi naskah-naskah Sunda kuno;
  3. Mengadakan program penelitian mengenai berbagai aspek kebudayaan Sunda, termasuk manusianya, sejarahnya dan lingkungan alamnya;
  4. Menyelenggarakan berbagai kegiatan untuk menjamin pewarisan dan pengembangan nilai-nilai budaya Sunda melalui ceramah, kuliah, seminar dan penerbitan; 
  5. Bekerjasama dengan lembaga lainnya, termasuk pemerintah, dalam kegiatan penelitian mengenai sejarah kota-kota di provinsi Jawa Barat dan Banten.
  6. Mengadakan perpustakaan yang menyediakan berbagai koleksi kebudayaan Sunda.

Sumbangan


Sebagai lembaga non-profit Pusat Studi Sunda bersedia menerima bantuan dana yang tidak mengikat dari berbagai kalangan sbb:

  1. Bantuan perseorangan
  2. Bantuan kelembagaan
  3. Dll.

Organisasi


Pembina: Ajip Rosidi (Ketua); Anggota: Abdullah Mustappa; Deddi Anggadiredja, S.E., MBA; Ali Sastramidjaja; Prof. Dr. Ayatrohaedi; Acep Zamzam Noor; Dodong Djiwapradja; Prof. Dr. Didi Turmudzi; Enoch Atmadibrata; Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja; Prof. Dr. Yus Rusyana Pengawas: H.S. Kartadjoemena (Ketua); Dadan Rusyad Nurdin (Anggota) Pengurus: Prof. Dadang Kahmad (Ketua), Prof. Dr. A. Chaedar Alwasilah (Wakil Ketua), Hawe Setiawan (Sekretaris), Embas Suherman (Bendahara) Anggota: Undang Ahmad Darsa, M.Hum.; Dr. A. Sobana Hardjasaputra; Safrina, M.A., Teddi Muhtadin, S.S.; Prof. Unus Suriawiria; Dr. Yugo Sariyun; Memen Durachman, M.Hum.; Chye Retty Isnendes. Notary Public Gina Riswara Koswara, S.H. Number 20, 23 June 2004.

Alamat Organisasi


Jl. Taman Kiningan II No 5, Bandung 40264, Indonesia

Telepon/Faksimili: 62.22.7310625 

Bank Mandiri, Cabang Alun-Alun Bandung. Nomor rekening 130-00-0226291-6, atas nama Embas Suherman