Latar Belakang


Yayasan Kebudayaan Rancagé memiliki sejarah yang unik. Kegiatannya bertolak dari inisiatif pribadi Ajip Rosidi, tokoh sastera yang terkemuka baik di lingkungan Sunda maupun di tingkat nasional. Pada mulanya ia ingin berupaya memelihara dan mengembangkan kembali sastera Sunda sebagai tanggapan atas ancaman melunturnya kepedulian masyarakat Sunda terhadap bahasa, sastera dan kebudayaannya sendiri.

  Sebagai tanggapan langsung atas ancaman demikian, pada tahun 1989 Ajip Rosidi, dengan merogoh kantong sendiri, memprakarsai pemberian hadiah sastera bagi karya-karya sastera Sunda yang diumumkan setiap tanggal 31 Januari. Prakarsa tersebut mendapatkan sambutan yang hangat dari masyarakat Sunda dan sejak itu hadiah tersebut selalu diberikan setiap tahun. Selama lima tahun pertama pemberian hadiah tersebut dikelola dan didanai oleh Ajip sendiri. Hadiah sastera Sunda tersebut secara signifikan turut mempengaruhi sikap masyarakat Sunda terhadap bahasa dan sasteranya sendiri.

  Menyadari bahwa pemberian hadiah dengan cara demikian hanya mungkin berjalan selama Ajip Rosidi masih hidup, keluarga dan lingkungan dekatnya berupaya agar pemberian hadiah tersebut dapat terus berjalan mengatasi batas usia manusia. Pada hemat mereka, sebuah yayasan perlu didirikan. Oleh karena itu, keberadaan Yayasan Kebudayaan Rancagé dewasa ini tidaklah dapat dilepaskan dari sosok Ajip Rosidi sebagai pencetusnya. Pendirian yayasan tersebut telah menjamin bahwa kegiatan tersebut akan terus berjalan pada tahun-tahun mendatang.

  Pada tahun 1993, lima tahun setelah pemberian hadiah sastera yang pertama, Yayasan Kebudayaan Rancagé berdiri secara resmi. Rancagé adalah kosa kata Sunda yang berarti “kreatif”. Kosa kata tersebut secara tepat mencerminkan jenis kegiatan yang didukung oleh yayasan tersebut selama ini. Lagi pula, Ajip Rosidi sendiri selalu memelihara komitmen yang kuat untuk mendukung pengembangan sastera dan budaya baik di lingkungan daerah maupun di lingkungan nasional.

  Sementara itu Yayasan Kebudayaan Rancagé telah memperluas perhatiannya dari lingkungan kedaerahan yang lebih sempit. Sejak yayasan didirikan, hadiah sastera tersebut tidak hanya diberikan kepada karya-karya dan tokoh-tokoh sastera Sunda melainkan juga dipersembahkan bagi karya-karya dan tokoh-tokoh sastera Jawa sejak tahun 1994 dan Bali sejak tahun 1998. Di samping itu setiap tahun diberikan pula hadiah sastera bagi buku-buku bacaan anak-anak, yakni Hadiah Sastera Samsudi.

  Yayasan Kebudayaan Rancagé juga telah memprakarsai penyelenggaraan konferensi internasional yang pertama mengenai kebudayaan Sunda, yakni Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS), yang berhasil dilaksanakan di Bandung pada tahun 2001. Salah satu hasil dari konferensi tersebut adalah didirikannya Pusat Studi Sunda yang kini telah berjalan di Bandung. Telah pula direncanakan untuk menyelenggarakan konferensi internasional yang kedua.

  Prakarsa lainnya yang dicetuskan oleh Yayasan Kebudayaan Rancagé adalah penerbitan ensiklopedia kebudayaan Sunda yang berjudul Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia dan Budaya termasuk Budaya Cirebon dan Betawi. Buku tersebut merupakan buku pertama dalam jenisnya di Indonesia yang kualitasnya telah diakui. Terbitnya buku tersebut telah pula mendapatkan berbagai komentar baik dari masyarakat luas maupun dari pers nasional. Dewasa ini tengah dilakukan pembaharuan data-data ensiklopedi tersebut.

  Di lapangan pendidikan, mulai tahun 2004 Yayasan Kebudayaan Rancagé berencana untuk memberikan hadiah prestisius bagi guru-guru bahasa Sunda. Hadiah tersebut diberi nama Hadiah Hardjapamekas, mengacu kepada nama seorang guru sekolah yang terkemuka, untuk menghormati jasa-jasanya dalam mengemban profesi tersebut sepanjang hayatnya.

Missi


Sejak pertama kali menjalankan kegiatannya misi Yayasan Kebudayaan Rancagé telah berkembang dengan cakupan yang lebih luas daripada cakupan yang telah direncanakan semula.

Program Yayasan yang tengah Berjalan


  1. Pemberian Hadiah Sastera Rancagé setiap tahun.
  2. Pemberian Hadiah Samsudi setiap tahun.
  3. Pemberian Hadiah Hardjapamekas setiap tahun.
  4. Pemberian hadiah seni setiap tahun.
  5. Mengorganisasikan kegiatan-kegiatan yang terarah pada apresiasi atas sastera dan seni, melalui seminar, ceramah, kuliah ataupun penerbitan.
  6. Mengorganisasikan program-program penelitian untuk menerjemahkan naskah-naskah Sunda kuno melalui Pusat Studi Sunda.
  7. Menyediakan dana bantuan bagi pengarang daerah untuk mendapat kesempatan menjalani program “writer in residence” melalui kerja sama dengan universitas atau lembaga lainnya.

Kronologi Kegiatan Utama Yayasan Kebudayaan Rancagé


  1. Pada tahun 1989, Hadiah Sastera Rancagé diberikan kepada karya-karya berbahasa Sunda.
  2. Sejak tahun 1990, Hadiah Sastera Rancagé diberikan kepada para pengarang dan tokoh-tokoh lain yang dianggap berjasa dalam pemeliharaan dan pengembangan bahasa dan sastera Sunda.
  3. Sejak tahun 1993, Hadiah Samsudi diberikan kepada pengarang yang menulis buku bacaan anak-anak dalam bahasa Sunda.
  4. Sejak tahun 1994, Hadiah Sastera Rancagé diberikan kepada para pengarang yang menulis buku dalam bahasa Jawa dan tokoh-tokoh yang dianggap berjasa dalam pemeliharaan dan pengembangan bahasa Jawa.
  5. Sejak tahun 1998, Hadiah Sastera Rancage diberikan kepada para pengarang yang menulis buku dalam bahasa Bali dan tokoh-tokoh yang dianggap berjasa dalam pemeliharaan dan pengembangan bahasa Bali.
  6. Sejak tahun 2008, Hadiah Sastera Rancage diberikan kepada para pengarang yang menulis buku dalam bahasa Lampung.
  7. Sejak tahun 2008 memberikan Hadiah Hardjapamekas kepada guru bahasa Sunda tingkat SD/SMP/SMA.
  8. Pada tahun 2000, Yayasan Kebudayaan Rancage bekerja sama dengan pengerbit PT Dunia Pustaka Jaya menerbitkan ensiklopedi pertama mengenai kebudayaan Sunda dalam bahasa Indonesia, dengan judul Ensiklopedi Sunda: Alam, Manusia dan Budaya termasuk Budaya Cirebon dan Betawi.
  9. Pada tahun 2001, Yayasan Kebudayaan Rancagé menyelenggarakan Konferensi Internasional Budaya Sunda (KIBS) yang pertama di Bandung.
  10. Pada tahun 2001, bekerja sama dengan PT Dunia Pustaka Jaya, Yayasan Kebudayaan Rancagé menerbitkan buku kumpulan puisi Sunda modern dalam tiga bahasa: Puisi Sunda Modern dalam Dua Bahasa; Modern Sundanese Poetry: Voices from West Java; dan Poémes Soundanais: anthologie bilingue.
  11. Pada tahun 2002, bekerja sama dengan penerbit PT Kiblat Buku Utama, sebagai salah satu pelaksanaan rekomendasi KIBS I, menerbitkan buku-buku berbahasa Sunda dalam “Séri Girimukti” dan majalah berbahasa Sunda Cupumanik sejak tahun 2002.
  12. Sejak tahun 2002, bekerja sama dengan RRI Bandung, Yayasan Kebudayaan Rancagé mengadakan program siaran radio “Balé Rancagé” yang disiarkan setiap Senin malam.
  13. Pada tahun 2003, bekerja sama dengan PT Dunia Pustaka Jaya, menerbitkan kamus Sunda-Inggris, Sundanese-English Dictionary.
  14. Pusat Studi Sunda menerbitkan jurnal Sundalana, yang mewadahi hasil-hasil penelitian dan pemikiran mengenai kebudayaan dan manusia Sunda, yang diterbitkan dua kali setahun.
  15. Pada tahun 2004, bekerja sama dengan PT Kiblat Buku Utama, menrebitkan buku Apa Siapa Orang Sunda.

Dana


Sebagai lembaga nirlaba Yayasan Kebudayaan Rancagé menerima sumbangan dana. Sejauh ini dana yang diterima berasal dari:

  1. Tokoh-tokoh dermawan.
  2. Lembaga-lembaga donor.
  3. Lembaga-lembaga lainnya

Yayasan Kebudayaan Rancagé sangat berterima kasih atas dukungan dan bantuan dari berbagai pihak demi kelangsungan kegiatannya di masa mendatang.

Alamat


YAYASAN KEBUDAYAAN RANCAGÉ

  Jl. Rawabambu 38 Pasarminggu, Jakarta Selatan 12510

  Tlp. (021) 7806029

Jl. Taman Kliningan II No. 5 Bandung 40264

  Tlp/Fax. (022) 7310625

BANK CIC Jl. R.S. Fatmawati No. 6, Jakarta Selatan

  BANK BNI 46 Cabang Pasar Minggu,

  Jakarta Selatan Taplus No. 15242-1

  (a.n. Yayasan Kebudayaan Rancage, c.q. Titi S.N.)